Balikpapan Bebas Dari Tambang Batu Bara,Tapi Tidak Dengan Lautnya. Ketika Laut Balikpapan Menjadi “WC” Bagi Ceceran Batu Bara Yang Diduga Milik Bayan Resources.

Para nelayan terpaksa menempuh jalur jauh untuk mencari ikan. Biasanya mencari ikan di jarak 10 sampai dengan 15 mil dari pesisir pantai karena ada pencemaran nelayan berlayar lebih jauh untuk mencari ikan. Akibatnya tidak hanya penghasilannya yang berkurang tapi juga biaya bahan bakar kapal menjadi besar karena jarak tempuh semakin jauh. Tidak hanya itu, hal ini juga mempengaruhi waktu para nelayan melaut yang tentu mengurangi waktu kebersamaan nelayan dengan keluarganya didarat.

Balikpapan Bebas Dari Tambang Batu Bara,Tapi Tidak Dengan Lautnya.  Ketika Laut Balikpapan Menjadi “WC” Bagi Ceceran Batu Bara Yang Diduga Milik Bayan Resources.
kejadian ini sebenarnya sudah berlangsung lama semenjak tahun 2016 dan mengancam putaran roda ekonomi bagi para nelayan dan keluarga mereka.(Direktur Eksekutif Pokja Pesisir, Mappaselle )

Cakra Agung & Muhammad Rizki.

Balikpapantv.co.id, BALIKPAPAN- Untuk bisa mengangkut hasil dari kegiatan menambang batu bara,salah satu korporasi tambang yang di duga milik Low Tuck Kwong harus melintasi jalur perairan Balikpapan. Karena kegiatan pengangkutan batu bara itu,laut rentan tercermar akibat batu bara yang tercecer di laut.

Dugaan pencemaran inilah yang menimbulkan reaksi dari DPD KNP Balikpapan bersama para nelayan Balikpapan yang melakukan aksi protesnya di laut Balikpapan di hadapan sebuah kapal angkut batu bara bertuliskan “BYN” pada tanggal 3 Juli 2023.

Aksi protes itu telah di dengar oleh Mapaselle seorang penggiat lingkungan laut dari Pokja Pesisir Kota Balikpapan. Perairan laut Balikpapan merupakan tempat para nelayan bergantung untuk ekonomi rumah tangga mereka itu yang coba dijelaskan oleh Mapaselle.

Mapaselle mencoba mengingat kejadian tahun 2018 saat balikpapantv.co.id berbincang dengannya melalui telepon seluler, Minggu (9/7/2023).

“2018 sempat kami melakukan aksi karena pencemaran lingkungan yang terjadi di perairan laut Balikpapan,”kata Mapaselle.

Mapaselle mengungkapkan kejadian ini sebenarnya sudah berlangsung lama semenjak tahun 2016 dan mengancam putaran roda ekonomi bagi para nelayan dan keluarga mereka.

Tahun 2018 ada aksi dari para nelayan yang didampingi beberapa organisasi lingkungan termasuk Pokja Pesisir.Pasca aksi itu para nelayan dan beberapa organisasi lingkungan difasilitasi oleh pihak Pemerintah Kota Balikpapan bertemu perwakilan perusahaan Bayan Resources di kantor Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Ada beberapa tuntutan dalam pertemuan itu, namun yang paling penting dikatakan Mapaselle ada dua yaitu pemulihan lingkungan laut yang tercermar dan pemindahan kegiatan Ship to Ship (STS).

Saat terjadinya pencemaran lingkungan laut akibat ceceran batu bara, dia berkata, ceceran batu bara dari kapal angkut batu bara akan jatuh ke perairan laut Balikpapan. Hal ini menyebabkan jaring nelayan untuk menangkap ikan akan banyak bercampur ceceran batu bara.

Ini yang membuat para nelayan terpaksa menempuh jalur jauh untuk mencari ikan. Biasanya para nelayan mencari ikan di jarak 10 sampai dengan 15 mil dari pesisir pantai manggar, namun karena ada pencemaran itu para nelayan akan berlayar lebih jauh dari tempat semula mereka mencari ikan.

Akibatnya tidak hanya penghasilannya yang berkurang tapi juga biaya bahan bakar bagi kapal mereka yang cukup besar diakibatkan jarak tempuh nelayan.Tidak hanya itu, hal ini juga mempengaruhi waktu para nelayan di laut yang tentu saja mengurangi waktu kebersamaan terhadap keluarga mereka.

“ Yang awalnya mereka mencari ikan sejauh 10 sampai dengan 15 mil, nah sekarang mereka berlayar lebih jauh lagi, ya tentu mereka bisa memakan waktu yang lebih dari sehari di laut untuk mencari ikan,bahkan bisa sebulan, ini kan mengurangi waktu buat mereka (nelayan) untuk bisa berkumpul dengan keluarga mereka,”jelasnya.

Saat ini perairan laut Balikpapan memiliki arti penting bagi nelayan dan Mapaselle yang terkadang dirinya ikut melaut mencari ikan. Laut Balikpapan merupakan daerah potensial bagi nelayan dalam mencari Ikan.Mapaselle pun diliputi kegelisahan tentang ceceran batu bara yang akan merusak lautnya para nelayan.

“Nelayan itu bergantung pada kualitas lingkungan air laut,jika tercemar langsung kena dampaknya dalam mencari ikan,”pungkasnya.