Asli Parah !!!...Ditetapkan Sebagai Area Bebas Konflik, Kompleks Relawan Dokter Inggris Masih Juga Diserang oleh Israel

Israel semakin intensif melakukan serangan terhadap fasilitas publik di Gaza, termasuk rumah sakit dan area pengungsian. Mereka juga menyerang kompleks dokter yang bekerja sebagai relawan di Gaza. Kompleks di Al-Mawasi, Gaza Selatan menampung staf dari Bantuan Medis untuk Palestina (MAP) Inggris dan Komite Penyelamatan Internasional (IRC) yang berbasis di AS dan dipimpin oleh mantan Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband.

Asli Parah !!!...Ditetapkan Sebagai Area Bebas Konflik, Kompleks Relawan Dokter Inggris Masih Juga Diserang oleh Israel
Menanggapi serangan terhadap kompleks para medis di Gaza, Menteri Luar Negeri Inggris, Andrew Mitchell, menyatakan bahwa pengeboman tersebut adalah masalah yang sangat serius dan harus diangkat ke tingkat tertinggi

balikpapantv.co.id-Israel semakin mengintensifkan serangan terhadap fasilitas publik di Gaza. Selain menyerang rumah sakit dan area pengungsian, mereka juga menyerang kompleks dokter yang bekerja sebagai relawan di Gaza. Dilaporkan oleh MEE pada tanggal 30 Januari, kompleks yang menampung dokter-dokter yang bekerja untuk sebuah badan amal Inggris menjadi target serangan udara Israel. Serangan ini terjadi sebulan setelah militer Israel menginformasikan kepada rekan-rekan mereka di Inggris bahwa tempat tersebut telah dibebaskan dari konflik. Hal ini menjadi perbincangan di parlemen Inggris pada hari Senin, 29 Januari. Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan anggota parlemen dari Partai Konservatif, Alicia Kearns, menyampaikan kekhawatirannya mengenai serangan tersebut dalam debat parlemen setelah keputusan Mahkamah Internasional terkait kasus genosida Gaza terhadap Israel pada hari Jumat.

Kompleks di Al-Mawasi, Gaza Selatan menampung staf dari Bantuan Medis untuk Palestina (MAP) Inggris dan Komite Penyelamatan Internasional (IRC) yang berbasis di AS dan dipimpin oleh mantan Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband. Mereka merupakan bagian dari tim medis darurat yang bekerja di Rumah Sakit Nasser terdekat. Pada tanggal 16 Januari, kompleks tersebut terkena bom sekitar pukul 6 pagi yang menurut Alicia Kearns dijatuhkan oleh jet F-16 Israel. Serangan tersebut mengakibatkan beberapa staf dan pengawal mengalami luka yang tidak mengancam jiwa. Kompleks para medis dibiarkan rusak parah.

“Syukurlah, empat dokter Inggris yang tinggal di sana hanya mengalami luka-luka, meskipun hal itu memprihatinkan,” kata Kearns.

Sebulan sebelum serangan terhadap kompleks para medis di Gaza, yakni pada tanggal 22 Desember 2022, Alicia Kearns mengkonfirmasi melalui saluran pertahanan Inggris bahwa militer Israel telah mencatat koordinat pangkalan kemanusiaan dan menandainya sebagai situs yang sensitif serta dilindungi. Militer Israel menyatakan bahwa tempat tersebut telah dibebaskan dari konflik.

“Saya sangat prihatin bahwa serangan udara masih terjadi,” kata Kearns, menanyakan apa tanggapan militer Israel dan apakah pemerintah terlihat menargetkan izin untuk serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Inggris, Andrew Mitchell, mengakui bahwa serangan terhadap kompleks para medis di Gaza telah diajukan oleh Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, yaitu David Cameron, ke Israel pekan lalu. Selain itu, duta besar Inggris di Israel, Simon Walters, juga telah membahas hal tersebut. Namun, Mitchell tidak memberikan jawaban spesifik terhadap pertanyaan Alicia Kearns.

“Kami terus mengingatkan pemerintah Israel akan tugas mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional,” kata Mitchell.

Menanggapi serangan terhadap kompleks para medis di Gaza, Menteri Luar Negeri Inggris, Andrew Mitchell, menyatakan bahwa pengeboman tersebut adalah masalah yang sangat serius dan harus diangkat ke tingkat tertinggi, seperti yang juga dikatakan oleh Alicia Kearns. Setelah serangan tersebut, IRC dan MAP mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama dengan PBB untuk mencari tahu apa yang terjadi, serta memastikan keselamatan tim mereka dan kelangsungan pekerjaan kemanusiaan yang penting.

“Kami menekankan kembali seruan kami bahwa pekerja kemanusiaan dan warga sipil harus dilindungi setiap saat dari serangan,” kata MAP awal bulan ini, menolak berkomentar lebih lanjut sampai rinciannya diklarifikasi.

MEE telah meminta komentar dari militer Israel, Kementerian Luar Negeri Inggris, dan Kementerian Pertahanan terkait serangan terhadap kompleks dokter di Gaza. MAP mengarahkan MEE pada komentar sebelumnya mengenai kebebasan tempat tersebut dari konflik. Awal bulan ini, Rumah Sakit Nasser, fasilitas medis utama di Khan Younis di selatan Gaza, yang menjadi tempat tim darurat bertugas, dikepung oleh pasukan Israel. Fasilitas ini dilaporkan kehabisan persediaan makanan, obat bius, dan obat penghilang rasa sakit, menurut Dr. Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian kesehatan Palestina di Gaza saat wawancara dengan MEE pekan lalu.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, hanya 10 persen personel Rumah Sakit Nasser yang dapat bekerja pada minggu lalu. Kondisi tersebut dijelaskan sebagai situasi yang tidak manusiawi.