Asik!!!Pak Isran Bawa Oleh-Oleh Dari Washington

Alhamdulillah sepakat, 1 juta ton CO2e kita akan dibayar oleh Carbon Fund

Asik!!!Pak Isran Bawa Oleh-Oleh Dari Washington
Tulak Kada Beduit, Bulik Bawa Duit Rp.260 Miliar

balikpapantv.co.id,JAKARTA- Berhasil,itulah kata yang bisa di sematkan dari pertemuan Gubernur Kalimatan Timur (Kaltim),Isran Noor dengan pejabat World Bank (Bank Dunia) di Washington DC, Amerika Serikat. Pasalnya Bank Dunia akan memberikan kompensasi pembayaran dari kelebihan emisi karbon Kaltim periode 2019-2020 yang berjunlah 1 juta ton."Alhamdulillah sepakat, 1 juta ton CO2e kita akan dibayar oleh Carbon Fund," kata Isran Noor dalam keterangannya.

Selama dua hari berturut-turut,Gubernur Kaltim tersebut melakukan negosiasi. Pertemuan pertama terjadi pada hari Selasa tanggal 9 Mei 2023 dan berlangsung selama tiga jam yang dimulai pada pukul 14.00 waktu AS. Negosiasi kedua kemudian di lakukan ke esokan harinya,Rabu tanggal 10 Mei 2023,dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan 14.00 waktu AS. Selama dua hari berturut-turut pertemuan digelar di Kantor Pusat Bank Dunia, Washington DC. 

Dikatakan Isran,Kepala Unit Manajemen Fund Perubahan Iklim Bank Dunia Erwin De Nys,bahwa Carbon Fund akan melakukan pembelian kelebihan penurunan emisi karbon Kaltim untuk periode 2019-2020 sebesar 1 juta ton CO2e dari total 10 juta ton CO2e.

Hal tersebut tentu akan menambah pundi-pundi pendapatan Kaltim dari hasil pembayaran berbasis kinerja (result based payment). Dijelaskan oleh Isran Noor yang juga mantan Bupati Kutai Timur tersebut,nantinya penentuan harga per ton CO2e akan dilakukan pembicaraan tim negosiator Kaltim dan Pemerintah Indonesia dengan tim Bank Dunia setelah adanya laporan penurunan emisi karbon pertama Kaltim yang diterima oleh Carbon Fund.

Nantinya dana yang di dapat tersebut akan di peruntukkan untuk operasional pada kegiatan dari program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) dan juga untuk pihak-pihak yang memiliki kontribusi terhadap penurunan emisi karbondi lingkup provinsi Kaltim,selain itu dana tersebut juga dipergunakan untuk reward bagi masyarakat hukum adat yang melakukan perlindungan hutan di provinsi Kaltim.

Provinsi Kaltim sendiri merupakan satu-satunya provinsi yang menerima pembayaran insentif penurunan emisi karbon di Indonesia.

Tentu ini menjadi sebuah capaian prestasi yang di tunjukkan kepada dunia internasional bahwa green economy diterapkan oleh provinsi Katim,dimana pembangunan ekonomi untuk masyarakat yang sejahtera bisa hidup berdampingan dengan kebijakan lingkungan hidup yang proposional.