Ajudan Bupati Kutai Barat Terlibat Penganiayaan Terhadap Sopir Truk, Video Viral dan Menuai Kritikan

Rombongan Bupati Kutai Barat bertemu dengan lima truk angkutan Crude Palm Oil (CPO) dengan kapasitas 15-20 ton yang sedang melintas. Rombongan Bupati meminta agar para sopir truk menepi sejenak untuk memberi jalan. Dari kelima truk tersebut, empat truk menepi seperti permintaan itu, tapi satu truk lainnya tetap melaju dan memenuhi badan jalan. Karena merasa dihalangi, ajudan Bupati memilih untuk memberhentikan salah satu sopir dari truk tersebut.

Ajudan Bupati Kutai Barat Terlibat Penganiayaan Terhadap Sopir Truk, Video Viral dan Menuai Kritikan
Bupati Kutai Barat memastikan bahwa sopir truk adalah pihak yang bersalah, tetapi kemudian memilih untuk mengajukan proses damai dan meminta maaf.

balikpapantv.co.id- Berita mengenai video penganiayaan oleh ajudan Bupati Kutai Barat (Kubar) terhadap sopir truk yang tersebar di media sosial, mendapatkan kritikan dari berbagai warganet. Kejadian penganiayaan terjadi di kawasan Kinong, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat pada hari Rabu, 20 Desember.

Setelah diselidiki, diketahui bahwa konflik tersebut berawal ketika rombongan Bupati Kutai Barat baru saja selesai menghadiri sebuah acara, dan saat kembali melintasi kawasan tersebut, kejadian tersebut terjadi.

Pada saat perjalanan, rombongan Bupati Kutai Barat bertemu dengan lima truk angkutan Crude Palm Oil (CPO) dengan kapasitas 15-20 ton yang sedang melintas. Rombongan Bupati meminta agar para sopir truk menepi sejenak untuk memberi jalan. Dari kelima truk tersebut, empat truk menepi seperti permintaan itu, tapi satu truk lainnya tetap melaju dan memenuhi badan jalan. Karena merasa dihalangi, ajudan Bupati memilih untuk memberhentikan salah satu sopir dari truk tersebut.

Setelah berhenti, sang ajudan langsung mendekati sopir yang terkena sanksi tersebut dan bermaksud menegurnya. Akan tetapi, sang sopir justru konon marah-marah kepada ajudan.

Sang ajudan menjadi sangat emosi dan tindakan impulsifnya adalah memukuli sopir tersebut tanpa banyak berpikir. Hal yang sangat memprihatinkan, aksi penganiayaan tersebut bahkan disaksikan oleh FX Yapan tetapi ia tidak mengambil tindakan untuk meredakan situasi tersebut.

Sopir truk yang menjadi korban tidak melakukan perlawanan ketika dipukuli oleh ajudan Bupati dan terlihat lemah hingga harus dibopong oleh rekannya dan warga setempat. Video penganiayaan tersebut menjadi viral di media sosial dan menyebar dengan cepat. Awalnya, Bupati Kutai Barat memastikan bahwa sopir truk adalah pihak yang bersalah, tetapi kemudian memilih untuk mengajukan proses damai dan meminta maaf.

“Karena itu saya atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Kutai Barat, dan atas nama ajudan saya minta maaf karena suatu hal yang tidak seharusnya terjadi,” kata FX Yapan, dilansir dari Antaranews, Jumat (22/12). 

Bupati Kutai Barat telah melakukan klarifikasi bahwa sebenarnya dirinya berusaha untuk meredakan aksi penganiayaan tersebut.

“Saya juga keluar melerai, terus ada kemenakan saya juga keluar melerai. Tapi dia sempat ditendang Daniel (ajudan). Kalau sampai terjadi (kecelakaan) ngga ketemu kita hari ini,” lanjutnya.

Walau begitu, konflik antara pihak Bupati Kutai Barat dan sopir truk tersebut kini diketahui sudah mereda.