AHY Masuk Kabinet,Bagaimana Respon PDIP?

Junimart Girsang, politikus PDI Perjuangan menyatakan bahwa partainya tidak akan mencampuri hak prerogatif Presiden dalam penyusunan Kabinet Indonesia Maju. Setelah pelantikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri ATR/BPN, Junimart akan mengawasi kinerja AHY dan mengimbau agar AHY cepat beradaptasi agar masalah pertanahan di Indonesia bisa cepat selesai. 

AHY Masuk Kabinet,Bagaimana Respon PDIP?

balikpapantv.co.id-Menanggapi pelantikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, politikus PDI Perjuangan Junimart Girsang menyatakan bahwa partainya tidak akan mencampuri hak prerogatif Presiden dalam penyusunan Kabinet Indonesia Maju. Ia menegaskan bahwa partainya akan mengawal pemerintahan sesuai aturan dan komitmen partainya untuk pemerintahan yang bekerja untuk rakyat. Pernyataan ini disampaikan Junimart kepada wartawan pada Kamis (22/2).

"Ya sah-sah saja kan hak prerogatif presiden untuk menunjuk dan menempatkan pembantunya dalam menjalankan roda pemerintahan ini," kata Junimart, Kamis (22/2).

Junimart Girsang, Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari PDI Perjuangan, menyatakan bahwa ia akan mengawasi kinerja Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan mitranya di Komisi II DPR RI setelah AHY dilantik sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Junimart juga mengimbau agar AHY cepat beradaptasi sehingga masalah pertanahan di Indonesia bisa cepat selesai.

 Ia menegaskan bahwa seorang menteri yang ditempatkan di ATR/BPN harus paham tata kelola menyangkut pertanahan dan tata ruang serta melakukan pembenahan internal untuk bekerja lebih efektif ke depan mengingat kompleksitas permasalahan pertanahan di Indonesia yang beririsan dengan kepentingan hak atas tanah masyarakat. Junimart juga menyatakan bahwa tak ada larangan bagi seorang ketua umum partai politik untuk menjadi pembantu presiden.

"Monggo saja, toh tidak ada larangan untuk itu. Beberapa ketum partai juga saat ini ada dalam kabinet. Kita mendukung sepanjang itu pembenahan kepentingan tanah untuk rakyat," tegasnya.

Pelantikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menarik perhatian publik karena pada periode pertama dan kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Partai Demokrat berada di luar pemerintahan. Setelah pelantikan, Presiden Jokowi ditanya oleh awak media apakah sudah berkoordinasi dengan partai koalisi seperti PDIP untuk melantik AHY sebagai Menteri ATR/BPN.

"Jadi pertama, ini urusan yg berkaitan dengan menteri ATR/BPN, mas Agus Harimurti Yudhoyono kita tahu beliau ini Ketua Umum Partai Demokrat, pertama," ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2).

Presiden Jokowi memberikan penjelasan mengenai prestasi AHY di bidang militer serta riwayat pendidikan AHY di luar negeri setelah pelantikan AHY sebagai Menteri ATR/BPN. AHY memiliki tiga gelar pendidikan master yaitu, Master of Science in Strategic Studies dari Nanyang Technological University di Singapura pada 2006, Master in Public Administration dari Harvard University di Amerika Serikat pada 2010, dan Master of Arts in Leadership and Management dari Webster University di Amerika Serikat. AHY meraih predikat Summa Cum Laude pada tahun 2015 dengan IPK 4.0.

Pada tahun 2015, AHY juga meraih predikat Summa Cum Laude dari US Army Command and General Staff College yang berlokasi di Fort Leavenworth, Kansas.

"Saya kira saya tidak ragu memberikan tempat untuk kementerian ATR/BPN, ini urusan manajemen, saya kira beliau akan sangat siap," pungkas Jokowi.