3,3 Juta Jemaah Padati Haulan Ke 19 Guru Sekumpul

Keterangan dari Kapolres Banjar, AKBP Ifan Hariyat, untuk kendaraan jenis bus terdata sebanyak 601 unit dari 150 titik lokasi. Sementara itu, untuk kendaraan jenis roda 4 terdata di 196 titik lokasi dengan sebanyak 151.119 unit. Untuk kendaraan jenis roda 2, terdata sebanyak 1.294.000 unit, sedangkan untuk kapal kelotok tercatat ada 533 unit yang hadir dalam acara Haul Abah Guru Sekumpul ke-19.

3,3 Juta Jemaah Padati Haulan Ke 19 Guru Sekumpul
PENUH: Kondisi Haul Guru Sekumpul pada saat malam hari diambil melalui foto udara, Minggu (14/1). (FOTO: DKISP BANJAR UNTUK RADAR BANJARMASIN)

balikpapantv.co.id-Pada malam Minggu (14/1), jutaan jemaah dari berbagai wilayah memadati kawasan Sekumpul Martapura dan sekitarnya untuk mengikuti acara Haul Abah Guru Sekumpul ke-19. Acara diawali dengan pembacaan maulid al habsyi, tahlil, dan doa haul yang berlangsung dengan khidmat.

Menurut keterangan dari Kapolres Banjar, AKBP Ifan Hariyat, untuk kendaraan jenis bus terdata sebanyak 601 unit dari 150 titik lokasi. Sementara itu, untuk kendaraan jenis roda 4 terdata di 196 titik lokasi dengan sebanyak 151.119 unit. Untuk kendaraan jenis roda 2, terdata sebanyak 1.294.000 unit, sedangkan untuk kapal kelotok tercatat ada 533 unit yang hadir dalam acara Haul Abah Guru Sekumpul ke-19.

“Jumlah jemaah yang hadir kurang lebih 3.320.000 orang. Kami mendapatkan data tersebut dari provider seluler yang menggunakan HP saat acara berlangsung," ungkapnya.

Kepastian penyelenggaraan haul Abah Guru Sekumpul ke-19 terjawab saat pembacaan doa penutup acara. Hal ini disebabkan karena dalam kalimat walidi khususannya, di akhir doa, ada pernyataan yang ditujukan kepada sohibul haul.

Hal tersebut juga sejalan dengan informasi yang dirilis melalui akun YouTube A_Raudhan_TV_Official yang menampilkan video live streaming acara tersebut berlangsung dengan judul “Pembacaan Maulid Al-Habsyi, Tahlil & Doa Haul Abah Guru Sekumpul Di Musholla Ar-Raudhah, Sekumpul Martapura Kalimantan Selatan. Malam Minggu, 14 Januari 2024”.

Informasi tersebut menyebabkan kebahagiaan bagi para jemaah, karena kehadiran mereka dalam acara haul ulama kharismatik di Kalimantan Selatan telah terlaksana. Salah satu jemaah yang berasal dari Sungai Tabuk, Syaiful mengucapkan syukur karena kehadirannya tak lepas dari waktu yang diperkirakan untuk pelaksanaan haul tersebut.

 “Selain ada pembacaan doa arwah, tadi juga ada tahlil. Makanya saya yakin kalau majelis malam ini memang haul,” kata pemuda 23 tahun ini. 

Meskipun tidak ada acara haul, dia akan tetap datang ke Sekumpul untuk mengikuti majelis rutin di Minggu malam. Dia merasa bersyukur dapat menghadiri acara haul kali ini, seorang jemaah yang berasal dari Kandangan, Siti Hajjar (60).

"Tadi sudah pasti haul, karena ada tahlil dan bacaan doa haul khususan Abah Guru Sekumpul, dan diaminkan jemaah. Mudahan panjang umur, dan bisa menghadiri Haul Guru Sekumpul tahun depan lagi," ucapnya.

Seorang jemaah bernama Ayu (30) yang berasal dari Makassar menghadiri acara Haul Abah Guru Sekumpul untuk pertama kalinya. "Masya Allah luar biasa seru. Tadi jalan kaki mulai Simpang Empat Banjarbaru sampai ke Simpang Empat Sekumpul, jemaahnya sangat banyak. Kalau di Makassar tidak ada hal seperti ini," bandingnya.

Ayu juga menambahkan bahwa persiapan yang dilakukan oleh para relawan cukup baik. Selain itu, para warga sekitar bahkan rela berbondong-bondong menyiapkan makanan dan minuman secara sukarela untuk jemaah yang hadir. "Jadi ini luar biasa. Semoga tahun depan masih bisa mengikuti acara seperti ini," harap Ayu.

Adam, seorang jemaah yang berasal dari Palangka Raya, Kalteng, tiba bersama dengan rombongannya di Sekumpul sekitar pukul 17.00 Wita.  "Saya berangkat dari Palangka Raya sekitar jam 07.00, tiba di kawasan Sekumpul sekitar jam 17.00. Perjalanan dari Palangka Raya menuju Banjarmasin cenderung lancar. Namun dari Banjarmasin menuju Martapura sudah macet," katanya.

Adam mengakui bahwa ia menemukan banyak hal menarik selama dalam perjalanan menuju Sekumpul. Salah satunya adalah adanya banyak rest area yang disediakan oleh para warga dengan caranya sendiri. Bahkan, mereka menyediakan makanan dan bahkan kopi bagi para jemaah yang melintas. "Saya hanya mengeluarkan uang untuk bahan bakar saja. Hampir di semua rest area semuanya disediakan relawan sepanjang jalan A Yani," nilainya.